Danrem 181/ PVT Sorong Diminta Menindak Tegas Penyebar Informasi HOAX, Hingga Asrama Raja Ampat Dirusak Sekelompok Orang

0

Loading

PBDNEWS.COM, Sorong-Pasca kejadian pembacokan di Kota Sorong beberapa hari lalu yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sekelompok orang yang diduga merupakan keluarga korban mendatangi Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Jalan Malibela KM 10 Kota Sorong dan melakukan tindakan anarkis dengan merusak asrama.

Sebelumnya, beredar sebuah informasi yang dibagikan melalui media social facebook dan pesan singkat whatsapp yang menjelaskan tentang kronologis dan identitas pelaku dalam kejadian pembacokan tersebut. Dalam informasi itu dikatakan bahwa alamat tempat tinggal pelaku pembacokan di Jalan Malibela- asrama mahasiswa Raja Ampat kota Sorong. 

Namun setelah dikonfirmasi kepada mahasiswa penghuni asrama, ternyata yang bersangkutan tidak tinggal di asrama Raja Ampat

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Raja Ampat di Jogjakarta, Marsal Sawoy mengatakan bahwa perlu diselidiki terkait pelaku yang menyebarkan informasi pembacokan tersebut. Menurutnya, dalam informasi yang beredar itu, diawali dengan beberapa kalimat yang menerangkan bahwa informasi tersebut merupakan laporan yang ditujukan kepada Dantim Intel KOREM181 /PVT di malam kejadian.

Namun menurutnya ada oknum yang dengan sengaja menyebarkan informasi tersebut padahal belakangan diketahui bahwa sebagian informasi itu tidak benar. Sehingga ia dengan tegas meminta kepada DANREM 181/PVT Sorong, agar pelaku penyebaran informasi tersebut harus diusut dan bertanggungjawab karena telah dengan sengaja menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan hal tersebut dinilai telah mencoreng nama baik Institusi TNI.

“Saya meminta kepada DANREM 181/PVT Sorong agar dapat mengungkap pelaku penyebaran informasi itu agar dapat mempertanggungjawabkan tindakannya karena telah menyebarkan informasi yang seharusnya tidak boleh disebarkan sebab itu merupakan laporan awal pasca kejadian dan belum didalami kebenarannya, tentu hal tersebut sangat mencoreng nama institusi TNI yang kita banggakan” Tegas Masrhal

Hal yang sama juga disampaikan oleh mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Raja Ampat di Jayapura, Amri MR. Menurutnya pengerusakan asrama seharusnya tidak terjadi jika tidak adanya penyebaran informasi terkait identitas pelaku pembacokan yang tidak sesuai fakta. Kemudian ia juga menyinggung terkait tidak adanya respon Badan Pengurus Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Sorong dalam menyikapi kesalahan informasi yang tersebar pasca kejadian pembacokan, sehingga menurutnya Badan Pengurus Asrama terkesan seperti membenarkan informasi yang beredar tersebut. Berdasarkan hal itu, ia dengan penuh harapan meminta kepada pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk segera mengevaluasi dan memperketat aturan terkait tata kelola asrama mahasiswa raja ampat di beberapa kota studi di Indonesia serta membangun komunikasi yang intens dengan badan pengurus asrama yang ada sebagai upaya kontrol agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Saya berharap ada langkah serius yang dilakukan oleh Pemerintah Raja Ampat dalam hal ini Pendidikan agar ada upaya perbaikan managemen tata kelola dan merumuskan kembali aturan yang tertuang dalam Perbub 48 tahun 2019 agar diperketat serta membangun komunikasi yang intens dengan pengurus asrama dibeberapa kota studi agar dapat mengontrol ketertiban dan kenyamanan dalam berasrama supaya kejadian seperti yang dialami oleh adik-adik mahasiswa di sorong tidak terulang lagi”.Tutup Amri“

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *