Rayakan Syukuran Kemenangan, PFM Bertekad Batasi Kedatangan Pencaker ke Papua

0

Calon Amggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor saat menggelar ibadah syukuran di gedung sirambe KM 8 Kota Sorong, Minggu (17/03/2024) Foto Doni/PBD

Loading

PBDNEWS.COM, SORONG – Ribuan orang menghadiri syukuran dan doa bersama atas kemenangan calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor pada Pemilu 2024 di Gedung Sirambe Jl. Sungai Remu KM 8 Kota Sorong Papua Barat Daya.

Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu (17/3/2024) sore itu diisi dengan Ibadah pengucapan syukur untuk kemenangan Paul Finsen Mayor, dengan meraih 63.416 suara, ini merupakan suara terbanyak DPD RI Dapil Papua Barat Daya pada Pemilu 2024, berdasarkan hasil rekapitulasi Pleno KPU Provinsi Papua Barat Daya.

Kepada media ini Paul Finsen Mayor mengatakan setelah dirinya dilantik sebagai anggota MPR RI ia akan berkordinasi dengan kepala daerah se- Papua Barat Daya, Lembaga kulture Papua dan semua pihak terkait. Tujuannya membatasi orang dari luar papua yang datang ke papua terutama pencari kerja, sebab kata dia masih banyak ribuan sarjana anak-anak papua yang mengganggur.

“Kita akan berkoordinasi dengan para kepala daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi Papua Barat Daya, tetapi juga dengan Majelis Rakyat Papua, para Tokoh Gereja, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kepala Suku, Dewan Adat, untuk kita membatasi orang dari luar. Kenapa? Karena akibat orang dari luar terlalu banyak datang membuat anak-anak di Papua banyak yang nganggur, puluhan ribu anak-anak yang nganggur,” ujar PFM.

Alumni GMNI itu menilai salah satu faktor orang papua disebut termiskin karena penyerapan tenaga kerja yang seharusnya mempekerjakan orang papua justru dikerjakan oleh orang non papua.

“Angka kemiskinan kita bukan menurun, malah naik. Kenapa? karena orang dari luar papua, seluruh Indonesia datang ke Papua untuk cari kerja, akhirnya Papua ini tetap di katakan miskin, terus bagaimana kita mau mengurus orang miskin yang ada di Papua, kalau orang miskin dari luar Papua datang terus, Hal itu akan kita batasi, yang datang itu orang ahli-ahli saja, orang yang memang datang untuk mendidik orang-orang di atas tanah papua, kalau yang datang cari kerja, stop karena di sini masih banyak yang nganggur,” ungkapnya

PFM menyebut hal tersebut menjadi fundamental atau hal mendasar yang akan kita lakukan karena kalau begini-begini terus tidak bisa. Ia bertekad memperjuangkan kondisi kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan yang sangat-sangat sulit didapat anak-anak asli papua, masih kata PFM banyak sarjana nganggur.

“Bagaimana kita mau bicara papua yang sejahtera, papua yang maju? Orang bilang dana Otsus itu triliunan rupiah, tapi hari ini orang Papua masi tinggal dalam kemiskinan,” beber pria bernama lengkap Paul Finsen Mayor.

Lebih lanjut kata dia, setelah dirinya dipercayakan masyarakat Papua Barat Daya untuk duduk dinl senayan. Hal pertama yang dilakukan adalah mendesak Gubernur hingga Wakilota dan Bupati di Provinsi termuda itu untuk membuat satu kebijakan guna membatasi penduduk luar papua masuk ke papua.

“Kita juga akan mendesak Gubernur, Wali Kota dan Bupati untuk menyalurkan kebijakan yang membatasi orang datang ke Papua, sehingga Papua ini kita urus untuk orang-orang kita yang tidak punya pekerjaan, pendidikan dan juga masalah Kesehatan, kita urus ini dulu Kalau kita tidak urus ini kegagalan orang Papua Itu masi tetap ada,” tegasnya.

Di tanya tentang pendidikan gratis, Paul mengatakan, “Tugas kita membawa aspirasi sebagai aspirator yang mengawasi, memonitoring pengguna anggaran anggaran yang ada di eksekutif Gubernur, Wali Kota, Bupati, dan juga kepala-kepala dinas sebagai proses-proses pengguna anggaran, itu yang kita awasi, itu yang kita monitoring dananya sampai di mana? masa ribuan triliun datang ke papua, orang papua masih miskin Itu bagaimana? memang uangnya hilang? Hal ini yang akan menjadi tugas kita ketika bekerja nanti,” tutup Paul.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *